HORMON PROGESTERON DAN HORMON ESTROGEN
Kelompok 6
1. Frida Rosanti NIM
1706.12.071
2. Neneng Ernawati NIM
1706.12.072
3. Indah Fajarwati NIM
1706.12.073
4. Fitri Hanaviah NIM
1706.12.074
AKADEMI KEBIDANAN KARTINI
Jl. Ciledug Raya No.94-96,Cipulir, kebayoran
Lama,jakarta selatan 12230
Telp.(021)72792292,70538170 Fax.(72792292)
Email: akbid.kartini@gmail.com
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik Makalah ini berjudul “HORMON
PROGESTERON DAN HORMON ESTROGEN” makalah ini disusun untuk memenuhi nilai mata kuliah
FARMAKOLOGI.
Dalam
penyusunan makalah ini, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bpk. Hermanus
Ehe Hurit, SSI,APT sebagai dosen mata kuliah Farmakologi.
2.
Terima kasih
kepada orang tua kami yang tercinta selalu memberikan doa restu dan dukungan
dalam proses menuntut ilmu selama di akademi kebidanan kartini.
3.
Terima kasih
kepada teman-teman kelompok yang telah
bekerja sama untuk menyusun makalah ini.
4.
Dan yang
terakhir kami berterima kasih kepada pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan
satu persatu, terima kasih atas dukungannya, Semoga Tuhan Yang Maha Esa
memberikan balasan yang lebih baik.Meskipun telah berusaha segenap kemampuan,
namun kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna.
Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi perbaikan di hari
kemudian.Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam
proses pembelajaran di Akademi Kebidanan Kartini Jakarta
Jakarta, November 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah........................................................................................ 4
1.3 Tujuan.......................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian.................................................................................................... 5
2.2 Fungsi.......................................................................................................... 9 2.3
Mekanisme Kerja 11
2.4 Kekurangan................................................................................................. 13
2.5
Kelebihan..................................................................................................... 16
2.6
Indikasi dan Kontraindikasi........................................................................ 17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 30
3.2 Saran............................................................................................................ 30
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 32
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang
mengerakan") adalah pembawa pesan kimiawi antar sel
atau antarkelompok sel. Hormon adalah senyawa yang secara normal
dikeluarkan oleh kelenjar endokrin atau jaringan tubuh dan dilepaskan ke
peredaran darah, menuju jaringan sasaran, berinteraksi secara selektif dengan
reseptor khas dan menunjukkan efek biologis (Siswandono dan Soekardjo, B.,
1995). Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan, memproduksi hormon. Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida
sel untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan
mengikat protein reseptor tertentu pada permukan sel tersebut dan mengirimkan
sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan
mempengaruhi ekspresi
genetik sel atau
mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan
atau penghambatan pertumbuhan
serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang,
kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur
produksi dan pelepasan hormon lainya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
Hormon dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu:
1.
Hormon
kelenjar, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin,
seperti kelenjar adrenalin, pituitari, tiroid, pankreas, dan gonad.
2.
Hormon
jaringan, yaitu hormon yang dihasilkan oleh jaringan. Contoh: histamin,
norefinefrin dan serotonin.
Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon
yang diproduksi oleh kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir
semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon
dilepaskan langsung ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yang disebut
ektohormon (ectohormone) - yang tidak langsung dialirkan ke aliran
darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target. Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas
sel / organ tertentu. Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon
disintesis dalam suatu jaringan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja
pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin. Ini bisa dilihat dari sekresi
hormon Insulin oleh pulau β Langerhans Pankreas yang akan dibawa melalui
sirkulasi darah ke organ targetnya sel-sel hepar.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan
oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi
banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar
pituitari, yang juga
mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar
pituitari untu mensekresikan hormonya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus
anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf
ke lobus posteriornya.
Sumber hormon alami yang praktis biasanya dari hewan
ternak misalnya sapi. Tetapi beberapa hormon karena khasnya sehinga yang
berasal dari hewan tidak berfungsi untuk manusia seperti hormon pertumbuhan,
FSH dan LH (luteinizing hormone). Cara lain untuk menghasilkan hormon
alami dengan rekayasa genetik. Melalui rekayasa genetik, DNA mikroba dapat
diarahkan untuk memproduksi rangkaian asam amino yang urutanya sesuai dengan
hormon manusia yang dinginkan. Analog hormon adalah zat sintetis yang berkaitan
dengan reseptor hormon. Analog hormon sangat mirip dengan hormon alami dan
sering kali fungsi klinisnya lebih baik dari pada hormon alaminya sebab
mempunyai beberapa sifat yang lebih menguntungkan. Misalnya estradiol adalah
hormon alami yang masa kerjanya sangat pendek, sedangkan etinilestradiol adalah
analog hormon yang masa kerjanya lebih panjang.
Organ terpenting dalam sistem reproduksi perempuan adalah indung telur,
yang masing-masing beratnya 10-20 gram. Indung telur membuat sel telur yang
merupakan setengah dari setiap orang yang baru lahir (setengah lainnya
terbentuk dari sel sperma yang berasal dari tubuh laki-laki).
Fungsi lain indung telur adalah menghasilkan hormon-hormon seksual. Fungsi
ini seperti seorang pemahat yang memahat patung, tetapi hormon-hormon ini tak
berada di luar tubuh seperti patung berada di luar tubuh pemahatnya, melainkan
(pada hormon) patungnya dibuat dalam tubuh.
Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh
kelenjar seks dan kelenjar adrenalin langsung ke dalam aliran darah. Mereka
secara sebagian bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi
perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian
memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual.
Karena sekresinya yang akan masuk aliran darah dan
mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh maka apabila hormon telah sampai pada
suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada
umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh
hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. Contohnya pertumbuhan dan
pemasakan seksual.
Hormon-hormon seksual menghasilkan tubuh perempuan, misalnya, membuat
tulang panggul melebar karena pada masa kehamilan ini akan memberikan ruang
yang dibutuhkan bayi dalam rahim ibunya.
Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium (hormon
pria dibentuk di testis). Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki jenis
hormon yang relatif sama. Hanya kadarnya yang berbeda. Hormon seksual wanita
antara lain progesteron dan estrogen. Hormon seksual pria antara lain
androstenidion dan testosteron (androgen). Pada wanita, hormon seksual
kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria. Begitu pula sebaliknya.
Dalam alat reproduksi wanita terdapat berbagai
macam hormon yang dapat membantu wanita dalam proses produksi. Dari sekian
banyak hormon yang memegang peranan penting pada wanita adalah hormon
estrogen dan progesteron. Dan masing – masing memiliki fungsi yang berbeda –
beda.
Hormon progesteron diproduksi dan disekresi di
ovarium, terutama dari korpus luteum pada fase luteal atau sekretoris siklus
haid, kelenjar adrenal dan plasenta (saat hamil). Hormon progesteron berfungsi
menaikkan faktor pertumbuhan epidermal, meningkatkan temperatur inti selama
ovulasi, mengurangi kejang dan rileks otot polos (memperluas saluran pernapasan
dan mengatur lendir) dan anti-inflamasi. Progesterone mempertahankan ketebalan
endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk
hormon HCG.
Pada manusia dan beberapa binatang, progesteron
diproduksi di ovarium (khususnya setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak,
selama kehamilan, dan pada plasenta. Progesteron
menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada
endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan
yang optimal jika terjadi implantasi.
Kontrasepsi adalah alat
untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau cara ini
sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak apabila
diinginkan. Pil kontrasepsi dipergunakan oleh kurang lebih 50 juta akseptor di
seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kurang lebih 60% akseptor
mempergunakan pil kontrasepsi. Jumlah ini tampaknya akan tetap tinggi
dibandingkan dengan jumlah akseptor yang mempergunakan cara kontrasepsi yang
lain. Pil mengakibatkan perlunya tenaga pelayanan lebih banyak dibandingkan
IUD, sehingga merupakan beban yang berat bagi tenaga medis serta para medis.
Oleh karena itu perlu pelayanan yang diatur oleh tenaga terlatih yang terdapat
dalam masyarakat sendiri. Sehubungan dengan ini diperlukan pengetahuan dasar
serta petunjuk-petunjuk untuk pelaksana pelayanan tersebut, baik untuk seleksi
akseptor maupun cara mengatasi keluhan-keluhan yang ditemukan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian
dari Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen?
2. Apakah fungsi Hormon
Progesteron dan Hormon Estrogen?
3. Bagaimana mekanisme
kerja Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen?
4. Bagaimana kekurangan
Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen?
5. Bagaimana kelebihan
Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen?
6. Apakah indikasi dan
kontraindikasi Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui
pengertian dari Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
2. Untuk mengetahui
fungsi Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
3. Untuk mengetahui
mekanisme kerja Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
4. Untuk mengetahui
kekurangan Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
5. Untuk mengetahui
kelebihan Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
6. Untuk mengetahui
indikasi dan kontraindikasi Hormon Progesteron dan Hormon Estrogen.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Hormon Progesteron
Progesteron merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada
siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis. Progesteron
tergolong kelompok hormon progestogen, dan merupakan hormon progestogen yang
banyak terdapat secara alami. Hormon ini merupakan bentukan dari pregnenolon
yang dihasilkan oleh kelenjar dan berasal dari kolesterol darah. Progesteron
bertanggung jawab pada perubahan endometrium pada paruh kedua siklus mestruasi
dan perubahan siklik dalam serviks serta vagina. Progesteron menyiapkan lapisan
uterus (endometrium) untuk penempatan telur yang telah dibuahi dan
perkembangannya, dan mempertahankan uterus selama kehamilan.
Progesteron diproduksi dan disekresi di ovarium, terutama dari korpus
luteum pada fase luteal atau sekretoris siklus haid. Selain itu, hormon ini
juga disintesis di korteks adrenal, testis dan plasenta. Sintesis dan
sekresinya dirangsang oleh LH. Pada pertengahan fase luteal kadarnya mencapai
puncak kemudian akan menurun dan mencapai kadar paling rendah pada akhir siklus
haid, yang diakhiri dengan perdarahan haid. Bila terjadi konsepsi, implantasi
terjadi 7 hari setelah fertilisasi dan segera terjadi perkembangan trofoblas
yang mengeluarkan hormon gonadotropin korion ke dalam sirkulasi.
Hormon ini akan ditemukan di urin beberapa hari sebelum taksiran waktu
perdarahan haid yang berikutnya. Pada bulan pertama kehamilan fungsi korpus
luteum akan dipertahankan dan hormon gonadotropin akan terus disekresi sampai
akhir kehamilan trimester I. Pada bulan kedua dan ketiga plasenta yang sedang
tumbuh mulai mensekresi estrogen dan progesteron, mulai saat ini sampai
partus,korpus luteum tidak diperlukan lagi. Sekresi progesteron selama fase
folikuler hanya beberapa milligram sehari, kemudian kecepatan sekresi ini terus
meningkat menjadi 10 sampai 20 mg pada fase luteal sampai beberapa ratus
milligram pada akhir masa kehamilan. Pada pria sekresi ini hanya mencapai 1-5
mg sehari, dan nilai ini kira-kira sama dengan wanita pada fase folikuler.
Progesteron dibagi
menjadi dua, yaitu:
·
Progesteron alami : Homon steroid
21-karbon yang diproduksi oleh korpus luteum dan plasenta. Menyebabkan
perubahan sekresi pada fase poliferatif endometrium. Perubahan ini sangat
penting pada awal kehamilan.
·
Progesteron sintetis : Efek hormon
sintetis mirip dengan progesteron alami. Sebagaian besar efek biologisnya
bergantung pada interaksi dengan estrogen (Buku Saku Ilmu Kandungan, 2003)
Bagaimana dan dari manakah sebenarnya hormon Progesteron itu dihasilkan,
berikut adalah uraiannya.
Sistem hormonal yang mempengaruhi
siklus menstruasi adalah:
- FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
- LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
- PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
Baik FSH dan LH merangsang sel target ovarium dengan cara berkombinasi
dengan reseptor FSH dan LH yang sangat spesifik pada membran sel. Reseptor yang
diaktifkan selanjutnya akan meningkatkan laju kecepatan sekresi dari sel-sel
ini sekaligus pertumbuhan dan proliferasi sel. Hampir semua efek perangsangan
ini dihasilkan dari pengaktifan sistem second messenger siklus adenosin
monofosfat dalam sitoplasma sel, yang selanjutnya menyebabkan pembentukan
protein kinase dan kemudian berbagai fosforilasi dari enzim-enzim kunci yang
membangkitkan banyak fungsi intraselular.
Progesteron juga merupakan salah satu steroid yang
disintesis didalam ovarium terutama dari kolesterol yang berasal dari darah.
Walaupun dalam jumlah kecil hormon progresteron ini juga diperoleh dari asetil
koenzim A, yaitu suatu multipel yang dapat berkombinasi untuk membentuk inti
steroid yang tepat. Selama sintesis, progesteron dan hormon kelamin pria,
testosteron akan disintesis pertama kali, baru kemudian salama fase folikular
dari siklus ovarium, sebelum kedua hormon ini dikeluarkan dari ovarium, hampir
semua testosteron dan sebagian besar progesteron akan diubah menjadi esterogen
oleh sel-sel granulosa. Setelah terbentuk sel-sel granulosa kemudian
progresteron dan esterogen ditransfor dalam sitoplasma darah terutama berikatan dengan albumin plasma dan
globulin khusus pengikat esterogen dan progresteron. Dalam waktu 30 menit
progesteron disekresi, yang kemudian berdegradasi menjadi steroid lain yang
tidak mempunyai efek progresterionik.
Sedangkan hasil akhir dari degradasi progesteron sendiri yaitu pregnanediol dan
disekresi dalam urin.
Hormon Estrogen
Estrogen adalah hormon seks
yang umumnya diproduksi oleh rahim wanita yang merangsang pertumbuhan organ
seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut kelamin, dikenal
sebagai karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi.
Pada kebanyakan wanita, hormon indung telur tidak memainkan peran yang penting
dalam gairah seks mereka. Dalam sebuah penelitian pada wanita dibawah usia 40
tahun, 90% melaporkan tidak adanya perubahan dalam nafsu seks atau fungsi
setelah hormon seks diturunkan karena pengangkatan kedua rahim.
Estrogen
penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam
memproduksi cairan yang melembabkan vagina. Mereka juga membantu untuk menjaga
tekstur dan fungsi payudara wanita. Pada pria, estrogen
tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat
mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara,
dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.
Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk
terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. (Sarwono Prawirohardjo, ilmu
kandungan)
Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk
merangsang pertumbuhan organ seks, seperti; payudara dan rambut pubik; mengatur
siklus menstruasi.
Hormon Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur
kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar
endokrin sistem reproduksi. Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf.
Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH.
Estrogen dibagi
menjadi dua, yaitu:
·
Estrogen Alami :
Estrogen diproduksi oleh folikel ovarium, dan juga adrenal dan testis.
Merupakan hormon steroid yang memiliki 18 atom kabon dengan cincin-A (aromatik)
tidak tersaturasi.
·
Estrogen
Sintetis : Senyawa sintetis (buatan) yang mempunyai efek estrogenik kuat bila
diberikan secara oral.
Berdasarkan struktur kimia, estrogen yang digunakan dalam terapi dibagi
menjadi 2 kelompok, yaitu:
1.
Steroid
Ketiga estrogen alami utama dalam perempuan estron (E1), estradiol (E2),
dan estriol (E3). Estradiol (E2) adalah bentuk dominan pada wanita tidak hamil,
estron diproduksi selama menopause, dan estriol merupakan estrogen utama
kehamilan. Dalam tubuh ini semua diproduksi dari androgen melalui tindakan
enzim.
Meskipun orang sering menganggap estrogen sebagai entitas tunggal, hormon
ini sebenarnya tiga molekul biokimiawi berbeda yang secara alami tubuh
memproduksi Ketiga molekul estrogen memiliki kegiatan yang berbeda yang membuat
mereka lebih atau kurang "estrogenik:".
· Estrone lebih lemah dari estradiol. Estron dibuat dari
lemak tubuh.Dari menarche dengan menopause estrogen utama adalah 17β-estradiol.
Pada wanita postmenopause lebih estron hadir dari estradiol. Ia wujud dengan
banyak untuk wanita yang putus-haid.
· Estradiol adalah dihasilkan dari testosteron dan
estron dari androstenedion oleh aromatase. Estradiol dibuat dari ovarium, dan
memberikan penampilan wanita melengkung mereka.
· Estriol hadir dalam jumlah kecil dan sebagian besar
dibuat selama kehamilan
Premarin, obat estrogenik sering diresepkan, mengandung estrogen dan
steroid equilin equilenin, selain estron sulfat tetapi karena resiko kesehatan,
lebih banyak estrogen genetik bernama Progynova (estradiol valerat) sekarang
lebih sering diresepkan.
2.
Nonsteroid
Berbagai bahan sintetis dan alami telah diidentifikasi yang juga memiliki
aktivitas estrogenik.
· Zat sintetis dari jenis ini dikenal sebagai
xenoestrogens.
· Tanaman produk dengan aktivitas estrogenik yang
disebut fitoestrogen.
· Yang dihasilkan oleh jamur yang dikenal sebagai
mycoestrogens.
2.2 Fungsi
Hormon
Progesteron
Jenis hormon kelamin ovarium adalah estrogen dan
progrestin. Sejauh ini hormon yang paling penting dari esterogen adalah hormon
estradiol dan yang paling penting dari progestin adalah progresteron. Estrogen terutama
meningkatkan poliferasi dan pertumbuhan sel-sel khusus di dalam tubuh dan
berperan dalam perkembangan sebagian besar karakteristik kelamin sekunder pria. Sebaliknya, progrestin hampir berkaitan
seluruhnya dengan persiapan akir dari uterus untuk menerima kehamilan dan persiapan.
v Fungsi
Hormon Progesteron pada Uterus
Sejauh ini fungsi progesteron yang paling penting adalah
untuk meningkatkan perubahan sekresi pada endometrium uterus selama separuh
terakir siklus seksual bulanan wanita, atau untuk mempersiapkan uterus untuk
menerima ovum yang akan dibuahi. Selain itu progresteron juga berfungsi
mengurangi frekuensi dan intensitas kontraksi uterus untuk mencegah terlepasnya
ovum yang sudah berimplantasi.
v Fungsi
Progresteron pada Tuba Fallopi
Progresteron disini berfungsi untuk meningkatkan sekresi
pada mukosa yang melapisi tuba fallopil.
Sekresi ini dibutuhkan untuk menutrisi ovum yang telah dibuahi, yang sedang
membelah, sewaktu ovum berjalan dalam tuba fallopi sebelum berimplantasi.
v Fungsi
Progresteron pada Payudara
Hormon progresteron ini berkerja meningkatkan perkembangan
lobulus dan alveoli kelenjar payudara, mengakibatkan sel-sel alveolar
berproliferasi, membesar, dan menjadi bersifat sekretoris. Akan tetapi,
progresteron tidak menyebabkan alveoli benar-benar mensekresi air susu, karena air susu disekresi hanya sesudah
payudara yang siap dirangsang (biasanya pada masa kehamilan) oleh prolaktin dari hipofisis anterior.
Progesteron juga dapat mengakibatkan payudara membengkak,
hal ini terjadi karena timbulnya sekresi
dari lobulus dan alveoli, selain itu karena terjadinya peningkatan cairan
pada jaringan subkutan.
v Fungsi
Progresteron pada Keseimbangan Elektrolit
Progresteron dalam jumlah besar dapat meningkatkan
reabsorpsi natrium, klorida, dan air dalam tubulus distal ginjal. Namun
progresteron lebih sering menyebabkan peningkatan ekskresi natrium dan air.
Hormon Estrogen
Fungsi
Estrogen yang umumnya diproduksi oleh rahim yakni :
1. merangsang
pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut
kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder.
2. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi.
3. Menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam memproduksi cairan yang melembabkan vagina.
4. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita.
5. Mencegah gejala menopause seperti hot flushes (rasa panas didaerah tubuh bagian atas dan gangguan mood)
6. Mempertahankan fungsi otak.
7. Mengatur pola distribusi lemak di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminine
8. Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah).
9. Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air.
10. Produksi sel pigmen kulit
11. Pada pria, estrogen tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara, dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.
2. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi.
3. Menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam memproduksi cairan yang melembabkan vagina.
4. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita.
5. Mencegah gejala menopause seperti hot flushes (rasa panas didaerah tubuh bagian atas dan gangguan mood)
6. Mempertahankan fungsi otak.
7. Mengatur pola distribusi lemak di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminine
8. Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah).
9. Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air.
10. Produksi sel pigmen kulit
11. Pada pria, estrogen tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara, dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.
2.3 Mekanisme Kerja
Hormon Progesteron
Progestin
merupakan hormon yang secara alami terutama diproduksi oleh corpus luteum dan
plasenta yang berperan dalam reproduksi dengan mempersiapkan endometrium untuk
implantasi telur dan membantu perkembangan serta berfungsinya kelenjar
mammary. Di samping efek progestationalnya, progestin sintetik tertentu
memiliki efek anabolik, androgenik atau estrogenik (biasanya lemah).
Progesteron merupakan progestin alam yang paling banyak yang selain efeknya
sebagai hormon juga berfungsi sebagai prazat untuk produksi berbagai androgen,
kortikosteroid dan estrogen secara endogen.
Progesteron merupakan progestin alam yang paling banyak yang selain efeknya
sebagai hormon juga berfungsi sebagai prazat untuk produksi berbagai androgen,
kortikosteroid dan estrogen secara endogen. Mekanisme
kerja progesteron dalam kontrasepsi adalah
sebagai berikut :
1.
Ovulasi
Ovulasi sendiri mungkin dapat dihambat karena terganggunya fungsi poros
hipotalamus-hipofisis-ovarium dan karena modifikasi dari FSH dan LH pada
pertengahan siklus yang disebabkan oleh progesteron.
2. Implantasi
Implantasi mungkin dapat dicegah bila diberikan progesteron pra-ovulasi.
Ini yang menjadi dasar untuk membuat IUD yang mengandung progesteron. Pemberian
progesteron-eksogenous dapat mengganggu kadar puncak FSH dan LH, sehingga
meskipun terjadi ovulasi produksi progesteron yang berkurang dari korpus
luteum menyebabkan penghambatan dari implantasi. Pemberian progesteron secara
sistemik dan untuk jangka waktu yang lama menyebabkan endometrium mengalami
keadaan istirahat dan atropi.
3. Transpor Gamet atau Ovum
Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan progesteron
sebelum terjadi fertilisasi.
4. Luteolisis
Pemberian jangka lama progesteron saja mungkin menyebabkan fungsi corpus
luteum yang tidak adekuat pada siklus haid sehingga menghambat folikulogenesis.
5. Lendir serviks yang kental
Dalam 48 jam setelah pemberian progesteron, sudah tampak lendir serviks
yang kental, sehingga motilitas dan daya penetrasi dari spermatozoa
sangat terhambat.
Lendir serviks yang tidak cocok dengan sperma adalah lendir yang jumlahnya
sedikit, kental dan seluler serta kurang menunjukkan ferning dan spinnbarkeit.
Hormon Estrogen
Estradiol memasuki sel-sel bebas dan berinteraksi dengan target sitoplasma
sel reseptor. Setelah reseptor estrogen yang telah mengikat ligan, estradiol
dapat memasukkan inti dari sel target, dan mengatur transkripsi gen, yang
mengarah ke pembentukan pesan RNA (MRNA). MRNA berinteraksi dengan ribosom
untuk memproduksi protein tertentu yang mengekspresikan efek estradiol pada sel
target.
Estradiol mengikat baik untuk kedua reseptor estrogen, ERα, dan ERβ,
berbeda dengan estrogen tertentu lainnya, terutama obat yang preferentially
bertindak atas salah satu reseptor. Obat-obat ini disebut modulator reseptor
estrogen selektiv/selective estrogen receptor modulation, atau SERM. Estradiol
adalah estrogen alami yang paling ampuh.
Mekanisme kerja Hormon Progesteron dan Estrogen
Progesteron : Menginduksi sintesis protein spesifik
melalui reseptor intrasel
Estrogen : Menginduksi sintesis protein spesifik
melalui efek androgen (Belajar Mudah Farmakologi, EGC 2004)
2.4 Kekurangan
Hormon Progesteron
Deteksi kekurangan hormon progesteron
a. Anamnesa
Merujuk pada fungsi-fungsi hormon progesteron yang
telah dipaparkan sebelumnya, maka ada beberapa pertanyaan dalam proses anamnesa
yang dapat ditanyakan kepada pasien, yang dalam hal ini dapat membimbing kita
untuk memahami gambaran konsentrasi progestseron dalam tubuh pasien.
Pertanyaan tersebut antara lain :
ü Apakah pasien merasakan kecemasan berlebih ?
ü Apakah pasien mengalami kepanikan dan gelisah ?
ü Adakah keluhan insomnia ?
ü Adakah keadaan payudara yang membengkak serta nyeri
payudara berebih saat menstruasi ?
ü Adakah sikap agresif dan migraine serta nyeri perut bawah
sebelum menstruasi ?
ü Apakah terjadi penurunan gairah seksual ?
ü Apakah pasien pernah mengalami keguguran sebelumnya ?
Bila pasien memiliki tanda-tanda seperti disebutkan
diatas, maka pemeriksa dapat mencurigai kemungkinan pasien mengalami kekurangan
hormon progesteron
b. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan lanjutan yang harus
dilakukan oleh pemeriksa setelah menemukan kemungkinan kekurangan progesteron
pada pasien melalui proses anamnesa sebelumnya.
Pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan antara lain :
-
Menilai
tanda-tanda kekurangan cairan .
Tanda ini biasanya tidak spesifik dan mudah untuk
dikenali, tetapi dapat menjadi gejala awal yang menjadi pertimbangan pemeriksa.
-
Menilai
tampilan otot wajah pasien
Pasien yang mengalami kekurangan progesteron cenderung
memiliki otaot wajah yang tampak tegang.
Efek kekurangan hormon progesteron
Melihat dari betapa besar fungsi hormon progesteron dalam
tubuh, maka kekurangan progesteron dapat sangat berpengaruh bagi
penderita. Pengaruh-pengaruh
yang mungkin terjadi antara lain :
a. Pengaruh umum
·
Terganggunya
siklus menstruasi
·
Nyeri
berlebihan selama siklus menstruasi
·
Tidak
terjadinya ovulasi
·
Meningkatnya
resiko keguguran
·
Meningkatnya
stres dan rasa tidak nyaman selama kehamilan, terutama pada trimester I.
·
Gangguan
tidur (insomnia) yang dapat berakibat buruk pada perkembangan janin.
·
Menurunnya
daya ingat
·
Keringnya
mukosa vagina
·
Nyeri
sendi dan infeksi saluran kencing
b. Pasca persalinan
- Depresi
Selama hamil, kadar progesteron selalu terjaga karena
tubuh terus menerus menghasilkan hormon ini melalui plasenta. Setelah
melahirkan, plasenta berhenti memproduksi sehingga kadar progesteron mendadak
turun. Menurut penelitian yang dilakukan NaProTechnology, penurunan
kadar progesteron berkaitan dengan terjadinya depresi setelah melahirkan (postpartum
depression). Kadang-kadang depresi yang ditandai dengan gejala selalu sedih
dan gelisah serta mudah menangis ini bisa berlangsung hingga 6 bulan.
- Retensi cairan
Retensi atau penumpukan cairan sering terjadi setelah
melahirkan, sebagai akibat dari berkurangnya kadar progesteron. Biasanya
kondisi ini ditandai dengan pembengkakan (edema) terutama dibagian kaki dan
tangan. Hal ini terjadi karena pada siklus normal, progesteron juga berfungsi
sebagai diuretic. Oleh progesteron, kelebihan carain yang terdapat dibeberapa
jaringan tubuh akan dikeluarkan melalui urin.
-
Siklus
menstruasi yang tidak teratur
Dalam siklus yang normal, menstruasi terjadi ketika kadar
progesteron mendadak turun sebagai sinyal bagi dinding rahim untuk luruh.
Kekurangan progesteron menyebabkan dinding rahim tidak luruh tepat pada
waktunya, karena perubahan komposisi hormonal tidak terjadi secara drastis.
Gangguan pada siklus menstruasi merupakan keluhan yang
sering dialami para ibu setelah melahirkan. Selain kadar hormon progesteron
belum normal, produksi Air Susu Ibu (ASI) juga sering dituding sebagai
pemicunya
Penyebab
kekurangan hormon progesteron
a. Stres
Aktifitas yang padat dan beban kerja yang berat dapat
menimbulkan stres. Hal inilah yang memicu terhentinya produksi hormon sehingga
menyebabkan terjadinya kekurangan progesteron.
b. Diet
Pola makan sehari-hari juga memberikan kontribusi dalam ketidakseimbangan
hormon. Hal ini terjadi karena kebiasaan mengkonsumsi makanan yang secara
tidak langsung mengandung estrogen, seperti daging ayam, sapi, serta babi yang
diternakkan yang diberikan makanan tambahan berupa hormon estrogen demi
memepercepat pertumbuhannya.
c. Kontrasepsi
Kebanyakan pil kontasepsi menggunakan progestin sebagai
terapi pengganti hormon. Progestin memiliki sifat yang ridak sama dengan
progesteron alami, sehingga hanya akan memicu meningkatnya kadar hormon
estrogen didalam tubuh.
d. Lingkungan
Tanpa kita sadari tubuh kita sehari-hari telah banyak
menerima paparan estrogen sintesis seperti yang terkandung dalam deterjen,
pestisida serta berbagai macam produk perawatan kecantikan. Stimulus paparan
yang terjasi secara terus-menerus ini memberikan dampak negatif terhadap
reseptor estrogen dalam tubuh, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon
yang mengacu pada keadaan estrogen dominan.
Hormon Estrogen
Dampak jangka
panjang akibat berkurangnya hormon estrogen adalah:
- Meningkatnya risiko Osteoporosis ( patah tulang ).
- Meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.
- Meningkatnya risiko dimensia ( linglung ).
- Meningkatnya risiko kanker usus besar.
- Meningkatnya risiko stroke dan katarak.
2.5 Kelebihan
Hormon
Progesteron
1. Pengaruh kelebihan hormon progesteron
- Pasien tampak kelelahan
- Kehiangan gairah seksual
- Ketidakstabilan emosi
- Kembung dan nafsu makan berkurang
- Siklus menstruasi tidak teratur
2. Penyebab kelebihan hormon progesteron
Progesteron hanya akan berada dalam keadaan over supply
apabila pasien mengkonsumsi suplemen serta obat-obatan yang mengandung
progesteron dalam dosis yang tinggi, yang dalam hal ini tidak sesuai dengan
kebutuhan.
Hormon Estrogen
Kelebihan
Estrogen :
·
kista pada payudara,
·
kelelahan,
·
sakit kepala,
·
mood swing
2.6 Indikasi dan Kontraindikasi
Hormon Progesteron
• Indikasi
a. Kontrasepsi
b. Perdarahan menstruasi
hemoragik/ tidak teratur
c. Karsinoma endometrium
d. Hipoventilasi
• Kontraindikasi
Meningioma.
• Efek samping
a. Maskulinisasi pada
penggunaan lama
b. Toksisitas minimal.
• Farmakokinetik
Dimetabolisme oleh hati menjadi glukoronida atau konjugat sulfat. Sebagian
besar dosis awal cepat didegradasi oleh metabolisme lintasan pertama, sehingga
progesterone tidak mencapai jaringan bila diberikan secara oral. Progestin
sintetis sebaliknya tidak rentan terhadap metabolisme lintasan pertama sehingga
dapat diberikan secara oral.
Hormon Estrogen
• Indikasi
a. Kontrasepsi
b. Vaginitis atrofik
c. Osteoporosis
d. Penyakit kardiovaskuler
yang terkait menopause
e. Perdarahan menstruasi
hemoragik
f. Kegagalan perkembangan
ovarium
g. Hirsutisme
h. Kanker prostate
• Kontraindikasi
a. Kehamilan teratogenik
b. Neoplasma yang tergantung
estrogen
c. Perdarahan pervaginam
d. Kerusakan hati
e. Kelainan tromboembolik
• Efek Samping
a. Nausea (memburuk pada
waktu pagi, kemudian terjadi toleransi)
b. nyeri tekan payudara dan
edema
c. ginekomastia
d. (Peran estrogen dalam
mengubah risiko penyakit kardiovaskuler belum jelas)
• Farmakokinetik
Sebagian besar estrogen diabsorpsi dengan baik secara oral. Estrogen
cenderung cepat didegradasi oleh hati selama lintasan pertama dari saluran
cerna. Metabolitnya adalah glukororonida dan konjugat sulfide yaitu estradiol,
estron dan estriol.
|
OBAT
|
SIFAT
|
|
ESTROGEN
|
|
|
Estradiol (mis. Estraderm)
|
Estrogen endogen paling poten yang disekresi oleh ovarium.
Transdermal/IM/PO. Mengurangi osteoporosis pada wanita pasca menopause.
Bentuk oral dimetabolisme menjadi estron (kurang aktif)
|
|
17-etinil estradiol (mis. Estynil dan Mestranol
|
Potensi tinggi, tidak didegradasi selama metabolisme lintasan pertama
(enzim hati tidak mengenal estrogen yang diubah susunan kimianya ini).
Digunakan sebagai kombinasi dengan progestin untuk kontrasepsi.
|
|
Estrogen Terkonjugasi (Premarin)
|
Ester sulfat dari substansi estrogenik. Kurang poten dibanding estradiol.
Oral,IV,atau preparat vaginal efektif
|
|
Dietilstillbesterol (DES) (Stilphostrol)
|
Estrogen nonsteroid. Semua obat di atas adalah steroid. Sama kuat dengan
estradiol. Dulu digunakan oleh wanita hamil untuk mencegah abortus iminens.
Sistem reproduksi anak yang dilahirkan oleh ibu yang terpajan DES lebih
mungkin abnormal secara fungsional dan struktural (dianjurkan pemeriksaan
genital tahunan). Metabolisme lambat memungkinkan pemberian oral,topikal,
atau IV dengan interval dosis lebih lebar dari kebanyakan preparat lain.
|
|
Antiestrogen
|
|
|
Klomifen
|
Bersaing dengan estrogen untuk reseptor estrogen intrasel. Jadi, kerja
estrogen endogen menurun. Fungsi penting estrogen endogen adalah penghambatan
umpan balik hipotalamus dan hipofisis. Pencegahan penghambatan umpan
balik(oleh klomifen) mengakibatkan meningkatnya pelepasan gonadotropin. Hal
ini menyebabkan stimulasi ovarium, ovulasi, dan pemeliharaan korpus luteum.
Digunakan untuk mengobati infertilitas pada wanita. Dosis tinggi dapat
menyebabkan pembesaran ovarium dan kista. Bisa terjadi kehamilan multipel
yang tidak diharapkan
|
|
Progestin
|
|
|
Prigesteron (Progestaject)
|
Hanya IM. Terutama untuk mengobatikelainan menstruasi
|
|
Medroksiprogesteron (Depo-Provera)
|
PO/IM. Digunakan untuk amenore sekunder dan perdarahan uterus abnormal
yang diinduksi hormon. Depot IM dapat mempunyai kerja lama. Harus dihindari
pada wanita yang berpotensi hamil dalam waktu dekat
|
|
Megestrol (mis. Megace)
|
Kemoterapi paliatif untuk kanker payudara atau endometrium
|
|
Noretindron (mis. Norlutin)
|
Obat oral yang poten
|
ESTROGEN DAN
PROGESTERON
Kontrasepsi
hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah
terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan
progesterone.
Keuntungan kontrasepsi hormonal sangat luas disamping mencegah terjadinya kehamilan, menurut sebuah buletin yang dikeluarkan olehAmerican College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology edisi Januari 2010.
“Kami sudah mengenal selama bertahun-tahun bahwa kontrasepsi hormonal memiliki keuntungan kesehatan diluar mencegah kehamilan,” kata penulis Robert L. Reid, MD, dari Kingston, Ontario, Kanada sebagai penulis utama, dalam suatu rilis berita.
Selama tahun-tahun reproduksi, lebih dari 80% wanita di Amerika Serikat menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi hormonal, seperti kontrasepsi oral atau pil, patch, single-rod progestin dan implan lainnya, suntikan, cincin vagina, dan intrauterine device (IUD). Selain untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, kontrasepsi hormonal digunakan untuk mengobati gangguan menstruasi termasuk dismenore dan menoragiadengan efektif.
Laporan menunjukkan, sampai 90% wanita muda dismenore, yang merupakan penyebab utama absen sekolah dan bekerja. Jika tidak diobati, menoragia dapat menyebabkan anemia. Sekitar tiga perempat wanita dengan dismenore menanggapi dengan positif kombinasi pengibatan dengan kontrasepsi oral, dan cincin vagina mungkin sama efektifnya.
Kontrasepsi hormonal dapat diberikan secara oral dalam bentuk pil atau injeksi. Pil kontrasepsi mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. Sedangkan sediaan injeksi hanya mengandung progesteron saja. Estrogen menghambat ovulasi dengan menekan hipotalamus dalam menskresi FSH releasing factor, LH releasing factor, dan selanjutnya mengurangi skresi FSH dan LH. Progesteron menghambat pergerakan sperma dengan meningkatkan kekentalan muskus pada servik, memperlambat transpor ovum, menghambat aktivasi enzim penghidrolisa sperma yang diperlukan untuk fertilisasi, menghambat aktivasi enzim penghidrolisa sperma yang diperlukan untuk fertilisasi, menghambat inflamasi, dan ovulasi melalui pengurangan sekresi FSH dan LH.
Keuntungan kontrasepsi hormonal sangat luas disamping mencegah terjadinya kehamilan, menurut sebuah buletin yang dikeluarkan olehAmerican College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology edisi Januari 2010.
“Kami sudah mengenal selama bertahun-tahun bahwa kontrasepsi hormonal memiliki keuntungan kesehatan diluar mencegah kehamilan,” kata penulis Robert L. Reid, MD, dari Kingston, Ontario, Kanada sebagai penulis utama, dalam suatu rilis berita.
Selama tahun-tahun reproduksi, lebih dari 80% wanita di Amerika Serikat menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi hormonal, seperti kontrasepsi oral atau pil, patch, single-rod progestin dan implan lainnya, suntikan, cincin vagina, dan intrauterine device (IUD). Selain untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, kontrasepsi hormonal digunakan untuk mengobati gangguan menstruasi termasuk dismenore dan menoragiadengan efektif.
Laporan menunjukkan, sampai 90% wanita muda dismenore, yang merupakan penyebab utama absen sekolah dan bekerja. Jika tidak diobati, menoragia dapat menyebabkan anemia. Sekitar tiga perempat wanita dengan dismenore menanggapi dengan positif kombinasi pengibatan dengan kontrasepsi oral, dan cincin vagina mungkin sama efektifnya.
Kontrasepsi hormonal dapat diberikan secara oral dalam bentuk pil atau injeksi. Pil kontrasepsi mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. Sedangkan sediaan injeksi hanya mengandung progesteron saja. Estrogen menghambat ovulasi dengan menekan hipotalamus dalam menskresi FSH releasing factor, LH releasing factor, dan selanjutnya mengurangi skresi FSH dan LH. Progesteron menghambat pergerakan sperma dengan meningkatkan kekentalan muskus pada servik, memperlambat transpor ovum, menghambat aktivasi enzim penghidrolisa sperma yang diperlukan untuk fertilisasi, menghambat aktivasi enzim penghidrolisa sperma yang diperlukan untuk fertilisasi, menghambat inflamasi, dan ovulasi melalui pengurangan sekresi FSH dan LH.
Kedua
hormon tersebut diperlukan untuk pematangan folikel gravida dalam ovarium,
karena hambatan tersebut menyebabkan ovulasi terhambat yang mengakibatkan
pembuahan tidak dapat terjadi. Selain itu, estrogen dan progesteron juga akan menyebabkan
perubahan endometrium sehingga terjadi perubahan lendir serviks dan motilitas
tuba falofi yang mengganggu pergerakan sperma.
Harus diperhatikan beberapa
faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
Kontraindikasi mutlak: (sama
sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan
pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
Macam – Macam Kontrasepsi Hormonal
Alat kontrasepsi modern yaitu bisa berupa Pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntik, implant (susuk), Tubektomi dan Vasektomi.
Alat kontrasepsi hormonal yang paling banhyak di jumpai di masyarakat yaitu ,suntik, pil kombinasi, IUD dan susuk(implant).
Alat kontrasepsi modern yaitu bisa berupa Pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntik, implant (susuk), Tubektomi dan Vasektomi.
Alat kontrasepsi hormonal yang paling banhyak di jumpai di masyarakat yaitu ,suntik, pil kombinasi, IUD dan susuk(implant).
1. Kontrasepsi Suntikan
Tersedia suntik 1 bulan
(estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid).
Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan,
orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.
1) Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg.
2) Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetate dan estrogen.
3) Norethindrone enanthate (Noresterat) 200 mg yang mengandung derivate testosteron.
1) Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg.
2) Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetate dan estrogen.
3) Norethindrone enanthate (Noresterat) 200 mg yang mengandung derivate testosteron.
• Mekanisme Kerja Kontrasepsi Suntikan (Hartanto
H.2004)
a. Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan releasing faktor dari hipotalamus.
b. Mengentalkan lender serviks sehingga sulit untuk ditembus oleh spermatozoa.
c. Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna untuk implantasi dari hasil konsepsi.
a. Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan releasing faktor dari hipotalamus.
b. Mengentalkan lender serviks sehingga sulit untuk ditembus oleh spermatozoa.
c. Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna untuk implantasi dari hasil konsepsi.
• Keuntungan dan Kerugian
1) Keuntungan ( Hartanto.H,2004 )
a. Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg sekali setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama 3 x suntikan pertama kemudian selanjutnya sekali tiap 12 minggu.
b. DMPA pemberiannya diberikan sekali dalam 12 minggu dengan dosis 150 mg.
c. Tingkat efektifitasnya tinggi
d. Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
e. Suntikan tidak ada hubungannya dengan saat bersenggama.
f. Tidak perlu menyimpan atau membeli persediaan.
g. Kontrasepsi suntikan dapat dihentikan setelah 3 bulan dengan cara tidak disuntik ulang, sedangkan IUD dan implant yang non-bioderdable harus dikeluarkan oleh orang lain.
h. Bila perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa perlu memberitahukan kepada siapapun termasuk suami atau keluarga lain.
i. Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang disebabkan estrogen, antara lain mual atau efek samping yang lebih serius seperti timbulnya bekuan darah disamping estrogen juga dapat menekan produksi ASI.
2) Kerugian ( Hartanto,2004).
a. Perdarahan yang tidak menentu
b. Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan
c. Berat badan yang bertambah
d. Sakit kepala
e. Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan
f. Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi.
g. Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan 0.7%.
h. Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.
i. Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan
j. Memerlukan biaya yang cukup tinggi.
• Saat Pemberian Yang Tepat ( Wiknjosastro,2001)
a. Pasca persalinan
1) Segera diberika ketika masih di Rumah Sakit atau setelah 6 minggu post partum dan sebelum berkumpul dengan suami.
2) Tepat pada jadwal suntikan berikutnya.
b. Pasca Abortus
1) Segera setelah perawatan atau sebelum 14 hari.
2) Jadwal waktu suntikan yang diperhitungkan.
c. Interval
1) Hari kelima menstruasi
2) Jadwal waktu suntikan diperhitungkan.
• Cara Penggunaan ( Saifuddin AB,2003).
Depo provera atau Depo progestin disuntikan secara intra muscular tiap 12 minggu dengan kelonggaran batas waktu suntik, biasa diberikan kurang satu minggu.
• Efek samping ( Hartanto,H.2004)
1) Gangguan Haid :
a. Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan kontrasepsi suntikan kecuali pada pemakaian cyclofem.
b. Spoting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan kontrasepsi suntikan.
c. metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya
2) Keputihan
Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lahir dan terasa mengganggu ( jarang terjadi)
3) Perubahan berat badan
Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah menggunakan kontrasepsi suntikan.
4) Pusing dan sakit kepala
Rasa berputar /sakit kepala, yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau keseluruhan dari bagian kepala . Ini biasanya bersifat sementara.
5) Hematoma
Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di bawah kulit.
• Penanggulangannya ( Saifuddin,A.B,2003)
1) Gangguan haid
a) Konseling
Memberikan penjelasan kepada calon akseptor bahwa pada pemakaian kontrasepsi suntikan dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut adalah akibat pengaruh hormonal suntikan dan biasanya gejala-gejala perdarahan tidak berlangsung lama
b) Pengobatan
Apabila pasien ingin mendapat haid, dapat diberikan pemberian Pil KB hari I sampai ke II masing masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV diberikan 1 x 1 selama 3 – 5 hari. Bila terjadi perdarahan, dapat pula diberikan preparat estrogen misalnya : Lymoral 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti. Setelah perdarahan berhenti, dapat dilaksanakan “tepering off” ( 1 x 1 tablet ).
2) Keputihan
a) Konseling :
Menjelaskan kepada akseptor bahwa kontrasepsi suntikan jarang terjadi keputihan. Bila hal ini terjadi juga, harus dicari penyebabnya dan segera di berikan pengobatan.
b) Pengobatan :
Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan. Pada kasus dimana cairan berlebihan dapat diberikan preparat Anti Cholinergis seperti extrabelladona 10 mg dosis 2 x 1 tablet untuk mengurangi cairan yang berlebihan. Perubahan warna dan bau biasanya disebabkan oleh adanya infeksi.
3) Perubahan Berat Badan
a) Konseling :
Menjelaskan kepada akseptor bahwa kenaikan berat badan adalah salah satu efek samping kontrasepsi suntikan. Kenaikan berat badan dapat juga disebabkan hal-hal lain. Hipotesa para ahli : DMPA merangsang pusat pengendalian nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Disamping itu dapat pula terjadi penurunan berat badan.
1) Gangguan haid
a) Konseling
Memberikan penjelasan kepada calon akseptor bahwa pada pemakaian kontrasepsi suntikan dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut adalah akibat pengaruh hormonal suntikan dan biasanya gejala-gejala perdarahan tidak berlangsung lama
b) Pengobatan
Apabila pasien ingin mendapat haid, dapat diberikan pemberian Pil KB hari I sampai ke II masing masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV diberikan 1 x 1 selama 3 – 5 hari. Bila terjadi perdarahan, dapat pula diberikan preparat estrogen misalnya : Lymoral 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti. Setelah perdarahan berhenti, dapat dilaksanakan “tepering off” ( 1 x 1 tablet ).
2) Keputihan
a) Konseling :
Menjelaskan kepada akseptor bahwa kontrasepsi suntikan jarang terjadi keputihan. Bila hal ini terjadi juga, harus dicari penyebabnya dan segera di berikan pengobatan.
b) Pengobatan :
Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan. Pada kasus dimana cairan berlebihan dapat diberikan preparat Anti Cholinergis seperti extrabelladona 10 mg dosis 2 x 1 tablet untuk mengurangi cairan yang berlebihan. Perubahan warna dan bau biasanya disebabkan oleh adanya infeksi.
3) Perubahan Berat Badan
a) Konseling :
Menjelaskan kepada akseptor bahwa kenaikan berat badan adalah salah satu efek samping kontrasepsi suntikan. Kenaikan berat badan dapat juga disebabkan hal-hal lain. Hipotesa para ahli : DMPA merangsang pusat pengendalian nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Disamping itu dapat pula terjadi penurunan berat badan.
b) Pengobatan :
Pengobatan diet merupakan pilihan utama. Dianjurkan untuk melaksanakan diet rendah kalori serta olahraga yang teratur. Bila terlalu kurus, dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bila tidak berhasil dianjurkan untuk ganti cara kontrasepsi non hormonal.
4) Pusing dan Sakit Kepala
a) Konseling:
Menjelaskan kepada akseptor bahwa efek samping tersebut mungkin ada tetapi jarang terjadi dan biasanya bersifat sementara.
b) Pengobatan
Pemberian anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan acetosal 500mg, 3 x 1 tablet/hari.
5) Hematoma
a) Konseling
Menjelaskan kepada calon akseptor mengenai kemungkinan efek samping
b) Pengobatan
Kompres dingin pada daerah yang membiru selama 2 hari. Setelah itu diubah menjadi kompres hangat sehingga warna biru/kuning menjadi hilang.
Pengobatan diet merupakan pilihan utama. Dianjurkan untuk melaksanakan diet rendah kalori serta olahraga yang teratur. Bila terlalu kurus, dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bila tidak berhasil dianjurkan untuk ganti cara kontrasepsi non hormonal.
4) Pusing dan Sakit Kepala
a) Konseling:
Menjelaskan kepada akseptor bahwa efek samping tersebut mungkin ada tetapi jarang terjadi dan biasanya bersifat sementara.
b) Pengobatan
Pemberian anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan acetosal 500mg, 3 x 1 tablet/hari.
5) Hematoma
a) Konseling
Menjelaskan kepada calon akseptor mengenai kemungkinan efek samping
b) Pengobatan
Kompres dingin pada daerah yang membiru selama 2 hari. Setelah itu diubah menjadi kompres hangat sehingga warna biru/kuning menjadi hilang.
2. Kontrasepsi Oral ( Pil )
Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet, mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk mencegah hamil. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu :
1) Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone sintetik yang diminum 3 kali seminggu. Pil kombinasi terdapat 3 tipe jenis berdasarkan variasi dosis, yaitu monofasik,bifasik dan trifasik.
2) Pil sekunseal, Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut,estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir.
3) Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini ( kurang dari 0,5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid.
4) Once a moth pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang ” Long acting ” yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
5) Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor.
Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet, mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk mencegah hamil. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu :
1) Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone sintetik yang diminum 3 kali seminggu. Pil kombinasi terdapat 3 tipe jenis berdasarkan variasi dosis, yaitu monofasik,bifasik dan trifasik.
2) Pil sekunseal, Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut,estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir.
3) Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini ( kurang dari 0,5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid.
4) Once a moth pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang ” Long acting ” yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
5) Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor.
• Efek samping yang ditimbulkan kontrasepsi Oral
( Pil ).
a. Nausea
b. Nyeri payudara
c. Gangguan Haid
d. Hipertensi
e. Acne
f. Penambahan berat badan.
a. Nausea
b. Nyeri payudara
c. Gangguan Haid
d. Hipertensi
e. Acne
f. Penambahan berat badan.
• Keuntungan Kontrasepsi Oral ( Pil )
a. Mudah menggunakannya
b. Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur muda.
c. Mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi
d. Dapat mencegah defesiensi zat besi (Fe)
e. Mengurangi resiko kanker ovarium.
a. Mudah menggunakannya
b. Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur muda.
c. Mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi
d. Dapat mencegah defesiensi zat besi (Fe)
e. Mengurangi resiko kanker ovarium.
3. Kontrasepsi Implant
Kontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi.
• Efek samping Implant
Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian, seperti pendarahan haid yang banyak atau sedikit, bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul, tetapi jarang adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara tegang, perubahan selera makan dan perubahan berat badan.
• Keuntungan Implant.
a. Efektifitas tinggi setelah dipasang
b. Sistem 6 kapsul memberikan perlindungan untuk 5 tahun
c. Tidak mengandung estrogen
d. Efek kontraseptif segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan
e. Implant melepaskan progestin dengan kecepatan rendah dan konstant, sehingga terhindar dari dosis awal yang tinggi
f. Dapat mencegah terjadinya anemia
• Kerugian Implant
a. Insersi dan pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga terlatih
b. Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant
c. Lebih mahal
d. Sering timbul perubahan pola haid
e. Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
4. IUD
IUD ditempatkan setinggi mungkin dalam rongga rahim waktu pemasangan yang paling baik adalah 40 hari setelah persalinan.
• Cara KerjaKontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi.
• Efek samping Implant
Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian, seperti pendarahan haid yang banyak atau sedikit, bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul, tetapi jarang adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara tegang, perubahan selera makan dan perubahan berat badan.
• Keuntungan Implant.
a. Efektifitas tinggi setelah dipasang
b. Sistem 6 kapsul memberikan perlindungan untuk 5 tahun
c. Tidak mengandung estrogen
d. Efek kontraseptif segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan
e. Implant melepaskan progestin dengan kecepatan rendah dan konstant, sehingga terhindar dari dosis awal yang tinggi
f. Dapat mencegah terjadinya anemia
• Kerugian Implant
a. Insersi dan pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga terlatih
b. Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant
c. Lebih mahal
d. Sering timbul perubahan pola haid
e. Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
4. IUD
IUD ditempatkan setinggi mungkin dalam rongga rahim waktu pemasangan yang paling baik adalah 40 hari setelah persalinan.
a. Menghambat kemampuan sperma
untuk masuk ke tuba falopii
b. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
c. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
• Keuntungan Kontrasepsi IUDb. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
c. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
a. Sangat efektif. 0,6 – 0,8
kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170
kehamilan)
b. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan
c. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
d. Tidak mempengaruhi hubungan seksual
e. Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A
f. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
g. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
h. Dapat digunakan sampai manopouse
i. Tidak ada interaksi dengan obat-obat
j. Membantu mencegah kehamilan ekktopik
• Kelemahan Kontrasepsi IUDb. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan
c. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
d. Tidak mempengaruhi hubungan seksual
e. Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A
f. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
g. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
h. Dapat digunakan sampai manopouse
i. Tidak ada interaksi dengan obat-obat
j. Membantu mencegah kehamilan ekktopik
Efek samping umum terjadi:
a. perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit
b. Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)
c. Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
d. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan
e. Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR, PRP dapat memicu infertilitas
f. Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR
g. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari
h. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas
i. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan)
j. Tidakmencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal
k. Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.
• Yang Boleh Menggunakana. perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit
b. Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)
c. Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
d. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan
e. Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR, PRP dapat memicu infertilitas
f. Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR
g. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari
h. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas
i. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan)
j. Tidakmencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal
k. Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.
a. Usia reproduktif
b. Keadaan nulipara
c. Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d. Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f. Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
g. Risiko rendah dari IMS
h. Tidak menghendaki metoda hormonal
i. Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari
j. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama
k. Perokok
l. Gemuk ataupun kurus
m. Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan
n. Sedang hamil
o. Perdarahan vagina yang tidak diketahui
p. Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
q. Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik
r. Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri
s. Penyakit trofoblas yang ganas
t. Diketahui menderita TBC pelvik
u. Kanker alat genital
v. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Progesteron adalah hormon
steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilan,
dan embriogenesis. Progesteron tergolong kelompok hormon progestogen, dan
merupakan hormon progestogen yang banyak terdapat secara alami. Progesteron ini
mempunyai efek terhadap sistem reproduksi, saraf, maupun sistem lainnya.
Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
Alat kontrasepsi modern yaitu bisa berupa Pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntik, implant (susuk), Tubektomi dan Vasektomi.
Alat kontrasepsi hormonal yang paling banyak di jumpai di masyarakat yaitu ,suntik, pil kombinasi, IUD dan susuk(implant).
Semua jenis kontrasepsi tersebut tentunya memiliki mekanisme yang berbeda. Namun pada keuntungan dan kerugianya terdapat beberapa kesamaan di antara alat kontrasepsi pil, suntik, IUD, implant. Dari ke empat jenis kontrasepsi tersebut kerugian/efek samping yang sering terjadi dari ke empatnya yaitu seperi gangguan haid, terjadinya perdarahan, timbulnya jerawat, keputihan, serta terjadinya peningkatan berat badan.
Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
Alat kontrasepsi modern yaitu bisa berupa Pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntik, implant (susuk), Tubektomi dan Vasektomi.
Alat kontrasepsi hormonal yang paling banyak di jumpai di masyarakat yaitu ,suntik, pil kombinasi, IUD dan susuk(implant).
Semua jenis kontrasepsi tersebut tentunya memiliki mekanisme yang berbeda. Namun pada keuntungan dan kerugianya terdapat beberapa kesamaan di antara alat kontrasepsi pil, suntik, IUD, implant. Dari ke empat jenis kontrasepsi tersebut kerugian/efek samping yang sering terjadi dari ke empatnya yaitu seperi gangguan haid, terjadinya perdarahan, timbulnya jerawat, keputihan, serta terjadinya peningkatan berat badan.
Estrogen
penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam
memproduksi cairan yang melembabkan vagina. Mereka juga membantu untuk menjaga
tekstur dan fungsi payudara wanita. Pada pria, estrogen
tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat
mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara,
dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.
Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk
terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. (Sarwono Prawirohardjo, ilmu
kandungan)
Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk
merangsang pertumbuhan organ seks, seperti; payudara dan rambut pubik; mengatur
siklus menstruasi.
Hormon Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur
kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh
kelenjar endokrin sistem reproduksi. Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf.
Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH.
3.2 Saran
Diharapkan kepada masyarakat, terutama wanita yang
sebagian besar proses dalam tubuhnya sangat dipengaruhi oleh hormon, agar lebih
membuka wawasan dan menambah pengetahan mengenai petingnya fungsi hormon-hormon
tersebut serta bagaimana cara menjaga agar kadar berbagai hormon dalam tubuh
tetap dalam keadaan seimbang demi menciptakan keadaan tubuh yang sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta
: Yayasan Bina Pustaka.
Pearce, Evelyn C. Anatomi dan Fisiologi untuk
Paramedis.2009. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Setiadi. Anatomi dan Fisiologi Manusia.
2007.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Diana. Kamus Kedokteran Lengkap. Surabaya: Serba Jaya.
H. Syaifudin, B.AC.Drs. Anatomi
Fisiologis. Edisi : 2, 1997. EGC. Jakarta.
Buku Saku Ilmu Kandungan, 2003
Olson, James,
M.D, Ph.D. Belajar Mudah Farmakologi. Edisi : 1, 2004. EGC. Jakarta
Arif
Manjoer,.dkk,. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga. Jilid I. Media
Aesculapius. FKUI. Jakarta. 2001
Rustam
Mochtar,.Prof,. DR,. Sinopsis Obstetri. Jilid II. EGC. Jakarta.
1998
http://risaluvita.wordpress.com/2012/12/03/makalah-farmakologi-hormon-progesteron-dan-kontrasepsi-hormonal/
3 comment:
PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO
menyediakan hormon B-Estradiol untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro
admin mohon sumber nya yg sesuai sm materinya. di amteri ada hartanto kok di dapus gk ada
ini materi waktu 5 tahun lalu saat kuliah. kalopun dipake materi hartanto udh ngga bisa karna udah lebih dari 5th. paham yang disebut sama referensi kan ya? hehe referensi bisa dilihat kok, googling penerbit atau narsum sama th terbit juga pasti keluar. cari di jurnal juga pasti ketemu. be smart :)
Posting Komentar