Mau bantu share tugas nih, barang kali ada yang butuh hehe
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Di Susun Oleh :
Novi Anggraheni
Leni Oktarina
Fitri Hanaviah
Sri Mella
AKADEMI KEBIDANAN KARTINI
JL. Ciledug Raya No. 94-96, Cipulir, Kebayoran Lama
Jakarta Selatan 12230 Telp.(021) 72792292,705 38170 Fax. (021)
727 92292
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik :
Penyuluhan Kesehatan Pada Ibu Hamil
Sub Topik :
Tanda - tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir
Hari / tanggal : 29 April 2015
Waktu :
60 menit
Penyuluhan / pembicara : Mahasiswi Akbid Kartini Jakarta
Peserta / sasaran : Ibu Hamil
Karakteristik :
Ibu Hamil
Jumlah :
30 orang
Tujuan umum :
Setelah mengikuti pertemuan ini, peserta diharapkan dapat mengetahui tanda - tanda
bahaya pada bayi baru lahir
Tujuan khusus :
Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1 . Memahami tentang tanda - tanda
bahaya bayi baru lahir
2 . Membawa ibu segera ketenaga kesehatan
bila terjadi dari tanda - tanda bahaya bayi baru lahir
Materi :
1 . Pengertian bayi baru lahir
2 . Pengertian tanda - tanda bahaya
pada bayi baru lahir
3 . Tanda - tanda bahaya pada bayi
baru lahir
Metode :
Ceramah, Tanya Jawab
Media :
Leaflet dan flipchart
Kegiatan
|
No
|
Materi
|
Kegiatan
|
|
1
|
Pembukaan (10 menit)
|
Membuka pertemuan dengan
mengucapkan salam.
Menjelaskan tujuan umum dan
tujuan khusus pertemuan kali ini.
Menyampaikan waktu / kontrak
waktu yang akan digunkakn dan mendiskusikan dengan peserta pada pertemuan
kali ini.
Memberi sedikit gambaran
mengenai informasi yang akan disampaikan pada hari ini.
|
|
2
|
Proses (30 menit)
|
Isi materi penyuluhan
Menjelaskan tentang pengertian
bayi baru lahir
Menjelaskan pengertian tanda - tanda
bahaya bayi baru lahir
Menjelaskan tanda - tanda bahaya
pada bayi baru lahir
Menyimpulkan seluruh materi yang
telah diberikan
|
|
3
|
Evaluasi (18 menit)
|
Memberikan soal secara lisan
kepada peserta secara bergantian.
Peserta mengerti seluruh materi
penyuluhan yang telah disampaikan.
|
|
4
|
Penutup (2 menit)
|
Penyuluh mengucapkan terima
kasih atas segala perhatian peserta.
Mengucapkan salam penutup.
|
TANDA – TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR
I.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masa neonatal masa
sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran. Bayi adalah
anak yang belum lama lahir. Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari
kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2.500-4000 gram.
Bayi adalah individu baru yang lahir di dunia. Dalam keadaannya yang terbatas,
maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain.
Rencana
asuhan pada bayi hari ke 2 sampai ke 6 setelah lahir harus di buat secara
menyeluruh dan rasional sesuai dengan temuan pada langkah sebelumnya atau
sesuai dengan keadaan bayi saat itu, apakah dalam keadaan normal atau
sehat atau mengalami gangguan / sakit. Pada bayi – bayi yang lahir di
rumah sakit, atau klinik – klinik bersalin, asuhan pada bayi usia 2 – 6 hari
ini juga harus di informasikan dan di ajarkan pada orang tua bayi, sehingga
pada saat kembali ke rumah, mereka sudah siap dan dapat melaksanakannya
sendiri. Secara umum asuhan yang di berikan pada bayi usia 2 – 6 hari meliputi
hal – hal yang berkaitan dengan minum, BAK, BAB, tidur, kebersihan kulit,
keamanan, tanda – tanda bahaya, dan penyuluhan sebelum pulang.
Setiap
tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal di dunia pada bulan pertama kehidupan
dan dua pertiganya meninggal pada minggu pertama. Penyebab utama kematian
pada minggu pertama kehidupan adalah komplikasi kehamilan dan persalinan
seperti asfiksia, sepsis dan komplikasi berat lahir rendah. Kurang lebih
98% kematian ini terjadi di Negara berkembang dan sebagian besar kematian
ini dapat dicegah dengan pencegahan dini dan pengobatan yang
tepat.
Masalah
pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik terjadi pada masa
perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga kecacatan.
Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan
yang kurang memadai, manajemen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih,
kurangnya perawatan bayi baru lahir. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan,
si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang kecil..
MATERI PENYULUHAN
A.
Pengertian Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir
dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2.500-4000 gram
dan telah mampu hidup di luar kandungan.
Masa
bayi baru lahir (Neonatal) dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1.
Periode Partunate, dimana masa ini dimulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30
menit setelah kelahiran.
2.
Periode Neonate, dimana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai
sekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur.
B.
Pengertian Tanda – Tanda Bahaya
Bayi Baru Lahir
Tanda bahaya bayi baru lahir adalah suatu keadaan
atau masalah pada bayi baru lahir yang dapat mengakibatkan kematian pada bayi.
C.
Tanda – Tanda Bahaya Bayi Baru
Lahir
Berikut berapa
tanda yang perlu anda perhatikan dalam mengenali kegawatan pada bayi baru
(neonatus):
1. Bayi
tidak mau menyusu
Anda
harus merasa curiga jika bayi anda tidak mau menyusu. Seperti yang kita ketahui
bersama, ASI adalah makanan pokok bagi bayi, jika bayi tidak mau menyusu maka
asupan nutrisinya kan berkyrang dan ini akan berefek pada kondisi tubuhnya.
Biasanya bayi tidak mau menyusu ketika sudah dalam kondisi lemah, dan mungkin
justru dalam kondisi dehidrasi berat.
2. Kejang
Kejang
pada bayi memang terkadang terjadi. Yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana
kondisi pemicu kejang. Apakah kejang terjadi saat bayi demam. Jika ya
kemungkinan kejang dipicu dari demamnya, selalu sediakan obat penurun panas sesuai
dengan dosis anjuran dokter. Jika bayi anda kejang namun tidak dalam kondisi
demam, maka curigai ada masalah lain. Perhatikan freksuensi dan lamanya kejang,
konsultasikan pada dokter.
3. Lemah
Jika
bayi anda terlihat tidak seaktif biasanya, maka waspadalah. Jangan biarkan
kondisi ini berlanjut. Kondisi lemah bisa dipicu dari diare, muntah yang
berlebihan ataupun infeksi berat.
4. Sesak
Nafas
Frekuensi
nafas bayi pada umumnya lebih cepat dari manusia dewasa yaitu sekitar 30-60
kali per menit. Jika bayi bernafas kurang dari 30 kali per menit atau lebih
dari 60 kali per menit maka anda wajib waspada. Lihat dinding dadanya, ada
tarikan atau tidak.
5. Merintih
Bayi
belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya. Ketika bayi kita merintih
terus menerus kendati sudah diberi ASI atau sudah dihapuk-hapuk, maka
konsultasikan hal ini pada dokter. Bisa jadi ada ketidaknyamanan lain yang bayi
rasakan.
6. Pusar
Kemerahan
Tali
pusat yang berwarna kemerahan menunjukkan adanya tanda infeksi. Yang harus anda
perhatikan saat merawat tali pusat adalah jaga tali pusat bayi tetap kering dan
bersih. Bersihkan dengan air hangat dan biarkan kering. Betadin dan alcohol
boleh diberikan tapi tidak untuk dikompreskan. Artinya hanya dioleskan saja
saat sudah kering baru anda tutup dengan kassa steril yang bisa anda beli di
apotik.
7. Demam
atau Tubuh Merasa Dingin
Suhu
normal bayi berkisar antara 36,50C – 37,50C. Jika kurang atau lebih perhatikan
kondisi sekitar bayi. Apakah kondisi di sekitar membuat bayi anda kehilangan
panas tubuh seperti ruangan yang dingin atau pakaian yang basah.
8. Mata
Bernanah Banyak
Nanah
yang berlebihan pada mata bayi menunjukkan adanya infeksi yang berasal dari
proses persalinan. Bersihkan mata bayi dengan kapas dan air hangat lalu
konsultasikan pada dokter atau bidan.
9. Kulit
Terlihat Kuning
Kuning
pada bayi biasanya terjadi karena bayi kurang ASI. Namun jika kuning pada bayi
terjadi pada waktu ≤ 24 jam setelah lahir atau ≥ 14 hari setelah lahir, kuning
menjalar hingga telapak tangan dan kaki bahkan tinja bayi berwarna kuning maka
anda harus mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter.
Tindakan
yang harus dilakukan bila ada salah satu saja tanda bahaya : Merujuk segera ke
rumah sakit atau puskesmas.Masalah atau kondisi akut perlu tindakan segera
dalam satu jam kelahiran (oleh tenaga di kamar bersalin) :
· Tidak
bernafas
· Sesak
nafas
· Sianosis
sentral ( kulit biru)
· Bayi
berat lahir rendah (BBLR ) < 2500 gram
· Letargis
· Hipotermi
atau stress dingin (suhu aksila <36.5°c)
· Kejang
Kondisi
perlu tindakan awal
· Potensial
infeksi bakteri (pada ketuban pecah din atau pecah lama)
· Potensial
sifilis (ibu dengan gejala atauserologis positif)
Kondisi
malformasi atau masalah lain yang tidak perlu tindakan segera (oleh tenaga di
kamarbersalin):
· Lakukan
asuhan segera bayi baru lahir dalam jam pertama setelah kelahiran bayi
· Rujuk
ke kamar bayi atau tempat pelayanan yang sesuai
DAFTAR
PUSTAKA
Barbara
, 2004. Perawatan ibu-bayi baru lahir.jakarta:EGC.
Saiffudin,Abdul
Bahri.2006.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Jakarta: YBP-SP
Http://www.wordpress.com. Tanda
– tanda bahaya pada bayi baru lahir
http://dyaha2440.blogspot.com/2014/03/babi-pendahuluan-1.html


0 comment:
Posting Komentar